Di Facebook, Kini Ada Yang Lebih Berkuasa dari Mark Zuckerberg

Jakarta – Peran Mark Zuckerberg begitu dominan di Facebook. Tetapi kini   ada dewan pengawas yang mana Zuck pun harus tunduk dalam keputusannya.

Perkenalkanlah: Oversight Board Facebook. Ini merupakan dewan pengawas yg diumumkan secara resmi sang Facebook sejak 7 Mei 2020. Dewan pengawas ini memiliki 20 anggota termasuk berdasarkan Indonesia yang diwakili sang wartawan senior Endy Bayuni.

Endy mengungkapkan dewan pengawas ini lahir untuk menjawab kritikan terhadap konten Facebook yang berpotensi melanggar HAM, menyebarkan kebencian dan hal negatif lain. Harus terdapat dewan pengawas yang lebih tinggi dari Facebook buat menetapkan konten apa yang mesti dibuang dan dipertahankan.

“Iya benar , meng-over rule Mark Zuckerberg, maksudnya menjadi Facebook ya. Sebelumnya kan nir ada di atasnya, kini   terdapat pada atas beliau yaitu Dewan Pengawas. Terkait konten ya, bukan kepentingan Facebook yg lain,” kata Endy.

Dengan 2,4 miliar pengguna, Facebook menghadapi perkara konten yg mampu melanggar HAM, misalnya genosida pada Rohingya, Myanmar yg diprovokasi lewat Facebook. Belum lagi perkara pornografi, hoax, ujaran kebencian, terorisme, radikalisme & konten negatif lain yang poly beredar di Facebook.

“Mereka sebenarnya sudah berusaha, telah pasang Artificial Intelligence & tim 35 ribu orang buat teliti postingan bermasalah. Akhir 2018 lalu, Mark bilang akan membuat dewan pengawas independen dan Facebook akan tunduk pada keputusan mereka,” ujar Editor Senior Jakarta Post ini.

Supaya independen, Mark Zuckerberg menyerahkan dana 130 juta dollar kepada trust fund buat mendirikan Oversight Board Limited Liability Company (LLC) pada 2019. Lalu, direkrutnya 20 anggota dewan dengan status kontrak selama 3 tahun.

“Ada piagam yang mengklaim kebebasan kita dan Facebook tidak akan hegemoni keputusan dewan & Facebok melaksanakan keputusan dewan terkait menggunakan konten,” jelasnya.

Selain Endy, ada 19 anggota dewan lain berdasarkan banyak sekali negara dan latar belakang. Ada mantan PM Denmark Helle Thorning-Schmidt, pemenang Nobel Tawakkol Karman berdasarkan Yaman dan mantan hakim Pengadilan HAM Eropa, Andras Sajo dll.

“Akhir September atau awal Oktober kita sudah siap buat menerima kasus,” istilah Endy.

Selamat bertugas Oversight Board Facebook! Bagaimana cara dewan pengawas ini bekerja dan bagaimana netizen sanggup melaporkan konten Facebook, tunggu artikel selanjutnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *